Gilga Sahid Raih Gelar “Dangdut Alternatif Terpopuler” IDA 2025 – Gentara


Gilga Sahid: Dari Pop Jawa ke Puncak Dangdut Alternatif

Nama Gilga Sahid sudah lama melingkar di blantika musik pop Jawa dan dangdut alternatif. Lahir dan besar di Madiun, Jawa Timur, Gilga menempuh pendidikan di MAN 2 Madiun. Sejak masa sekolah, kecintaannya terhadap musik sudah tampak: ia kerap ikut lomba menyanyi dan aktif berlatih vokal.

Perjalanan profesional Gilga dimulai saat ia merintis bersama band bernama GildCoustic pada 2017 — sebuah band dengan warna musik pop Jawa yang menyegarkan dan dekat dengan budaya lokal.

Lagu, Viralitas dan Identitas Musik

Salah satu titik balik dalam karier Gilga terjadi saat merilis single “Nemen” lewat GildCoustic — sebuah lagu berbahasa Jawa yang mendapat sambutan hangat, terutama di kalangan penikmat musik campursari, pop Jawa, dan dangdut modern.

Gilga dikenal bukan hanya sebagai penyanyi, tapi juga sebagai pencipta lagu dan vokalis dengan karakter suara khas: lembut namun emosional, sangat cocok untuk nuansa pop Jawa/dangdut alternatif yang memadukan tradisi dan modernitas.

Bertahun-tahun merawat musikalitas dan konsistensi berkarya, Gilga dan bandnya kerap tampil di berbagai panggung — dari acara lokal sampai undangan besar. Bahkan di momen spesial seperti perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-731, GildCoustic dipercaya menghibur ribuan warga, membawakan lagu-lagu andalan seperti “Ginio”, “Nemen”, “Lamunan”, dan lain-lain.

Gelar & Penghargaan: Puncak Perjuangan di IDA 2025

2025 menjadi tahun istimewa bagi Gilga Sahid. Dalam ajang Indonesian Dangdut Awards 2025 — sebuah penghargaan bergengsi bagi insan dangdut Indonesia — Gilga meraih kategori “Penyanyi Daerah/Dangdut Alternatif Solo Pria Terpopuler”.

Penghargaan ini bukan semata soal popularitas — melainkan pengakuan atas konsistensi, dedikasi, dan bakat yang telah diperlihatkan sejak ia meniti karier dari bawah. Menyisihkan banyak nomine ternama, Gilga berhasil membuktikan bahwa musik tradisi dan pop Jawa bisa tetap relevan di industri dangdut modern.

Kehidupan, Kolaborasi, dan Warna Pribadi

Selain solo karier, Gilga juga dikenal atas kemitraannya — baik di band maupun kolaborasi dengan penyanyi dangdut. Kehidupannya sebagai musisi tak lepas dari dinamika industri: dari hadir di orkes, rekaman studio, hingga manggung besar.

Tak sedikit karya dan lagu Gilga yang kemudian dinikmati generasi muda sebagai alternatif dari dangdut koplo mainstream — menunjukkan bahwa musik tradisional/pop Jawa tetap punya tempat di zaman sekarang.

Gilga Sahid Hari Ini dan ke Depan

Dengan penghargaan “Penyanyi Daerah / Dangdut Alternatif Solo Pria Terpopuler” dari IDA 2025 dan dasar karya yang kuat, Gilga Sahid kini berada di posisi yang menjanjikan. Ia menjadi bukti nyata bahwa perjalanan dari musik kampung, lewat band lokal, hingga meraih puncak apresiasi nasional sangat mungkin — asal ada konsistensi, keunikan, dan kerja keras.

Bagi pecinta musik pop Jawa dan dangdut alternatif, Gilga Sahid adalah nama yang patut terus diikuti. Dan bagi industri musik tanah air, ia membuktikan bahwa warisan budaya dan modernitas bisa bersatu dalam harmoni yang memikat.

Agen234

Agen234

Agen234

Berita Terkini

Artikel Terbaru

Berita Terbaru

Penerbangan

Berita Politik

Berita Politik

Software

Software Download

Download Aplikasi

Berita Terkini

News

Jasa PBN

Jasa Artikel

News

Breaking News

Berita

More From Author

Bencana Bukan Takdir Semata: Alarm Cinta Alam yang Terus Kita Abaikan

Ketua KKLR Sulsel Ajak Warga Luwu Raya Jaga Harmoni dan Kawal Kampung