Tasya DA7: Dari Tangsel ke Panggung Final Dangdut Academy 7
Panggung Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar kembali menjadi panggung impian bagi talenta-talenta muda dangdut Indonesia — dan salah satu bintang yang bersinar paling terang di musim ini adalah Anastasya Febrianty Susilo, yang dikenal sebagai Tasya DA7. Di usianya yang baru 15 tahun, gadis asal Tangerang Selatan, Banten ini mencuri perhatian publik dengan kualitas vokal, ekspresi panggung yang matang, serta perjalanan karier yang terus menanjak hingga berhasil menembus babak final DA7 2025.
Awal Perjalanan: Dari Anak Muda dengan Cita-Cita Besar
Tasya lahir di Tangerang Selatan dan sudah tertarik dengan musik dangdut sejak usia sangat muda. Aktivitasnya di dunia seni dimulai dari menyanyikan lagu-lagu dangdut di acara lokal dan lomba seni, serta unggahan video cover di media sosialnya. Kepribadian Tasya yang optimis dan percaya diri mulai menarik perhatian sejak audisinya untuk Dangdut Academy 7.
Langkah Tasya di kompetisi ini tidaklah instan, namun impresif. Ia berhasil lolos dari audisi untuk masuk ke babak awal kompetisi, lalu terus menunjukkan perkembangan di setiap tahapan. Dengan karakter vokal kuat, kontrol nafas baik, dan gaya panggung ekpresif, Tasya mencuri beberapa pujian dari para juri sepanjang perjalanan.
Menanjak Hingga Babak Final
Seiring kompetisi berlangsung, kehadiran Tasya semakin dirasakan oleh penonton. Ia berhasil menembus babak Top 25, Top 20, hingga terus mendaki hingga masuk jajaran elit Top 5 awal Desember 2025. Pada babak ini, Tasya memperoleh gelar D’Sultan berkat standing ovation terbanyak dari para juri — sebuah bukti kualitas dan penghayatan panggungnya yang luar biasa.
Tidak hanya itu, di Top 4, Tasya memimpin perolehan virtual gift dengan poin signifikan dibanding pesaingnya, menunjukkan betapa besar dukungan penggemar terhadapnya. Dukungan ini tidak lepas dari basis penggemarnya yang solid, baik dari daerah asalnya maupun dari seluruh Nusantara, yang aktif memberikan dukungan lewat platform digital.
Di babak Top 3, Tasya kembali tampil penuh percaya diri bersama dua finalis lainnya — Valen dari Pamekasan dan April dari Cirebon — dalam panggung kompetisi yang penuh drama dan kreativitas. Malam pertarungan ini menjadi momen penting yang membawa Tasya ke Grand Final DA7 2025.
Karakter Panggung dan Daya Tarik Unik
Yang membedakan Tasya dari kontestan lain adalah kemampuannya memadukan teknik vokal yang matang dengan gerak panggung yang ekspresif, termasuk penggunaan elemen pantomim yang jarang dilakukan peserta lain. Hal ini tidak hanya membuatnya menarik secara musikal, tetapi juga secara visual — sebuah kombinasi yang memukau jurinya maupun penonton.
Ekspresi emosional dan interpretasi lagu-lagu yang dibawakan pun membuat Tasya sering mendapatkan pujian juri dan dukungan kuat dari penonton di rumah. Ia tidak hanya bernyanyi, tetapi bercerita melalui setiap penampilan, seakan memberikan pengalaman bagi mereka yang menyaksikan.
Ke Depan: Bintang Dangdut Muda yang Siap Berkembang
Meski kompetisi belum berakhir, perjalanan Tasya di Dangdut Academy 7 sudah menjadi kisah inspiratif tentang kerja keras, ketekunan, dan dukungan komunitas penggemar. Dari panggung audisi hingga babak final, Tasya menunjukkan bahwa generasi muda dangdut memiliki potensi besar untuk bersaing di industri musik yang kompetitif.
Ke depannya, banyak yang memprediksi bahwa Tasya akan semakin matang sebagai artis, bahkan membuka jalan menuju karier profesional di luar panggung kompetisi — baik melalui rekaman, kolaborasi, maupun penampilan di berbagai acara musik nasional.
Tasya DA7 bukan hanya peserta kompetisi — ia adalah ikon dangdut muda yang siap menginspirasi generasi berikutnya
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita