Oleh: Agustan, S.Pd.,M. Pd (Dosen Pendidikan Kewarganegaraan UIN Palopo)
Lonjakan bencana dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa gejolak ekologis di Indonesia tidak lagi berdiri sebagai peristiwa alamiah semata, melainkan refleksi dari perilaku manusia yang merusak sistem penyangga kehidupan. Kerusakan tutupan hutan, perubahan tata guna lahan, serta pemanasan global memperlemah daya serap tanah dan meningkatkan intensitas hujan ekstrem. Data BNPB mencatat lebih dari 2.700 bencana dalam 11 bulan terakhir. Situasi ini menegaskan bahwa tanpa perubahan perilaku kolektif, alam akan kehilangan kapasitasnya untuk melindungi manusia.
Rentetan bencana yang melanda Sumatra hingga Jawa memperlihatkan betapa rapuhnya sistem ekologis yang selama ini dianggap mampu pulih dengan sendirinya. Peristiwa banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang berulang menunjukkan akumulasi kerusakan akibat eksploitasi lahan dan pengabaian etika lingkungan. Korban meninggal mencapai lebih dari 600 jiwa, ratusan hilang, dan jutaan terdampak, seperti didaerah Agam, Pasaman Barat, dan Aceh sebagai wilayah paling parah. Data ini menunjukkan bahwa relasi manusia dan alam telah berubah menjadi hubungan eksploitatif yang memicu bencana berkepanjangan.
Teori Pressure and Release (PAR Model) mengungkapkan bahwa bencana terjadi ketika bahaya bertemu kerentanan yang diciptakan manusia, sehingga faktor sosial dan ekologis menjadi pemicu utama meningkatnya risiko. Deforestasi, tata ruang yang buruk, dan lemahnya kapasitas adaptasi memperbesar dampak banjir, longsor, atau kekeringan. Model ini menegaskan perlunya rehabilitasi ekosistem berbasis DAS, moratorium alih fungsi lahan, serta sistem peringatan dini berbasis data dan AI. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa risiko dapat ditekan bila akar kerentanan ditangani secara terstruktur.
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita